
Pesona Lok Baintan: Menjelajahi Pasar Terapung Tertua di Kalimantan Selatan
Pasar Terapung Lok Baintan merupakan salah satu ikon budaya dan wisata khas Kalimantan Selatan yang terletak di Desa Lok Baintan, Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar. Pasar ini sangat unik karena aktivitas jual-beli dilakukan di atas perahu tradisional yang disebut jukung, tanpa menggunakan mesin, sehingga seluruh transaksi berlangsung di atas sungai Martapura. Pasar ini sudah ada sejak abad ke-18 dan menjadi pusat perdagangan hasil kebun, pertanian, serta produk rumah tangga yang dijual langsung oleh para pedagang, kebanyakan perempuan Banjar yang dikenal dengan sebutan "acil". Para acil ini biasanya mengenakan pakaian tradisional lengkap dengan tutup kepala lebar atau tanggui yang menjadi ciri khas mereka.
Pasar Terapung Lok Baintan beroperasi mulai pukul 06.00 pagi hingga sekitar pukul 09.30 pagi. Pada waktu tersebut, perahu-perahu berjejer di sungai, saling menawarkan dagangan seperti buah-buahan segar, sayur mayur, makanan khas Banjar seperti soto Banjar dan mie habang, hingga oleh-oleh seperti baju tradisional dan miniatur jukung. Menariknya, di pasar ini masih ada transaksi dengan sistem barter yang disebut bapanduk, di mana pedagang bisa menukar barang tanpa menggunakan uang tunai. Selain itu, suasana pasar menjadi hidup dan menarik karena para pedagang sering berpantun sebagai cara unik untuk mempromosikan dagangan mereka.
Untuk mencapai Pasar Terapung Lok Baintan, pengunjung dapat menggunakan klotok, yaitu perahu bermesin kecil yang menyusuri Sungai Martapura. Perjalanan dari pusat kota Banjarmasin ke pasar ini memakan waktu sekitar 30 menit dengan klotok, memberikan pengalaman menyusuri sungai yang indah dan asri. Alternatif lain adalah melalui jalur darat, yang memakan waktu sekitar satu jam karena kondisi jalan yang berliku dan belum sepenuhnya mulus. Waktu terbaik untuk mengunjungi pasar ini adalah antara pukul 05.30 hingga 07.00 pagi agar dapat menikmati suasana pasar yang paling hidup dan mendapatkan pengalaman terbaik.
Biaya yang diperlukan untuk menikmati wisata pasar terapung ini cukup terjangkau. Sewa klotok kecil untuk 4-6 orang biasanya sekitar Rp50.000, sedangkan untuk rombongan yang lebih besar bisa mencapai Rp100.000 hingga Rp200.000. Biaya parkir juga sangat murah, dengan tarif Rp2.000 untuk motor dan Rp5.000 untuk mobil. Selain itu, pengunjung tidak dikenakan biaya masuk ke dermaga pasar.
Pasar Terapung Lok Baintan bukan hanya menjadi tempat berbelanja, tetapi juga menjadi destinasi wisata budaya yang menawarkan pengalaman otentik berinteraksi dengan masyarakat lokal dan menikmati keindahan alam sungai. Keunikan pasar ini, mulai dari cara berdagang di atas perahu, penggunaan bahasa Banjar dengan pantun, hingga ragam produk tradisional yang dijual, menjadikannya salah satu daya tarik utama bagi wisatawan yang ingin mengenal lebih dalam budaya Kalimantan Selatan. Mengunjungi pasar ini juga menjadi kesempatan untuk mencicipi kuliner khas daerah seperti nasi kuning ikan haruan dan ketupat kandangan yang terkenal lezat.
Ulasan
Catat Ulasan