Gunung Jingshan: Kisah Sejarah dan Keindahan Alam yang Tersembunyi di Balik Bukit Terpendek

 
Jingshan Park, Beijing Tiongkok 

Gunung Jingshan: Kisah Sejarah dan Keindahan Alam yang Tersembunyi di Balik Bukit Terpendek

Terdapat dua lokasi berbeda yang dikenal sebagai Jingshan atau Jing Mountains berdasarkan informasi yang tersedia, yaitu Jing Mountains di Provinsi Hubei dan Jingshan Park di Beijing, Tiongkok.
 
Jing Mountains di Provinsi Hubei merupakan sebuah pegunungan yang membentang sekitar 150 kilometer di bagian barat Kabupaten Nan Zhang. Puncaknya memiliki ketinggian antara 1200 hingga sekitar 1800 meter di atas permukaan laut, dengan puncak tertinggi, Gunung Julong, mencapai 1852 meter. Pegunungan ini dianggap sebagai perpanjangan paling timur dari Pegunungan Daba dan berfungsi memisahkan cekungan Sungai Han di utara dari sisa cekungan Yangtze di selatan. Sungai Ju dan Sungai Zhang, keduanya merupakan anak sungai Yangtze, serta Sungai Man yang merupakan anak sungai Han, berhulu di pegunungan ini. Pada zaman kuno, Jing Mountains adalah pusat dari negara bawahan Chu pada masa Dinasti Zhou.
 
Sementara itu, Jingshan Park di Beijing, yang juga dikenal sebagai Jingshan Hill atau Coal Hill, adalah sebuah taman indah seluas 23 hektar yang terletak tepat di utara Kota Terlarang. Taman ini awalnya dibuat pada abad ke-13 selama Dinasti Yuan dan digunakan sebagai taman kekaisaran selama Dinasti Ming dan Qing. Dari puncak bukitnya, pengunjung dapat menikmati pemandangan panorama Beijing yang menakjubkan, termasuk Kota Terlarang dan cakrawala modern. Taman ini juga memiliki beberapa paviliun indah seperti Paviliun Wan Chun yang dibangun selama Dinasti Ming, Istana Kebajikan Agung yang dulunya digunakan sebagai perpustakaan kekaisaran, dan Kuil Zhen Jue yang didedikasikan untuk dewi Buddha Guanyin. Sebuah pohon cemara berusia lebih dari 500 tahun bernama Nine-Dragon Cypress juga menjadi daya tarik di sini. Jingshan Park menjadi sangat indah selama musim bunga sakura, yang biasanya terjadi dari akhir Maret hingga awal April. Nama "Coal Hill" berasal dari abad ke-14, ketika bukit ini digunakan sebagai tempat penyimpanan batu bara dalam jumlah besar untuk memenuhi kebutuhan kiln kekaisaran yang memproduksi porselen. Sebuah fakta sejarah yang menyedihkan adalah Kaisar Chongzhen, kaisar terakhir Dinasti Ming, mengakhiri hidupnya dengan gantung diri di Jingshan Hill pada tahun 1644, menandai berakhirnya dinasti tersebut.

Ulasan

Catatan Popular